Monday, November 06, 2006

PETISI SEORANG WARGA KOTA

Jika untuk memilih presiden saja
Kita sudah bisa melakukannya
Secara langsung dan sungguh-sungguh
Apatah lagi memilih walikota

Kota mesti diurus lebih serius,
Tidak tanggung-tanggung.

Kelahiran dan kematian
Terjadi di kota
Pekerjaan dan pengangguran
Hadir di kota
Wabah dan bencana
Juga menimpa di kota

Bila rusuh negaraku
Akan kujaga teduh kotaku
Bila diserbu negaraku
Akan kubela sungguh kotaku
Bila rubuh negaraku
Akan kusokong teguh kotaku

Karena satu negaraku
Hanya akan sejahtera
Bila seribu kota desanya
Telah makmur dan adil merata

Biarlah yang jadi pemimpinnya
Hanya orang yang bisa memelihara
Tanah dan air, menjaga
Udara dan apinya

Orang yang mengerti
Bahwa membangun bukan berarti
Sekedar meruntuhkan gedung lama
Dan kemajuan tidaklah identik
Dengan segala yang baru
Bahwa pertumbuhan
Bukanlah padatnya pusat perbelanjaan
Macetnya jalan raya
Serta habis terpangkasnya
Pohon akasia

Ya, saya percaya itu
Kalian pula,
Bukan

Tertanda
Seorang warga

No comments:

SAJAK JALAN PAGI BERSAMA

  Pagi seputih seragam baru dan sesegar rambut basah para bocah ketika kita berjalan menyusur tembok yang mengendapkan waktu di perkampu...