Thursday, October 15, 2009

TIGA KUATRIN SEDERHANA

A TRIBUTE TO MBAH SURIP, 2

Mbah, kamu menggelandang kemana-mana
Dengan perut cuma terisi asap dan kopi
Kamu bahkan harus lari hingga ke akhirat sana
Hanya untuk menghindari kontrak dan royalti

(2009)


KUATRIN PERKAWINAN MEGAH

Pesta ini pasti acara yang sakral
Penuh dihadiri orang tak dikenal
Lihat, undangannya saja begitu luks
Semoga isi amplop nanti bisa menebus

(2009)


KUATRIN CINTA REMAJA, 2

Setengah bulan menjenguk dari bingkai jendela
Namun cahayanyapun telah cukup menerangi
Sudah berbulan, surat balasanmu tak kunjung tiba
Biarkanlah, agar harapanku beralasan untuk menanti

(2009)

Thursday, August 06, 2009

KUATRIN CINTA REMAJA

Di kejauhan, rumahmu bermandikan sinar lampu
Tungkaiku gemetar dan lidahku kering kelu
Meskipun malam mulai menyamarkan wajahku,
Kutakut, mungkin kau akan masih mengenaliku

(2009)

PERJANJIAN HARI MINGGU DENGAN PUISI

Kita berjanji bertemu
di petak sempit halaman budaya
meskipun harus terhimpit sesak
ditindih renungan mingguan,
disikut tinjauan kritik,
pada sisa sudut cerita pendek.

Maka datanglah dalam potongan yang pas
dan dandanan yang agak pantas
biarpun kumaklumi
honormu hanya sedikit berlebih
dari ongkos minum kopi, biaya angkot,
serta tarif cetak di rental warnet
--dan baru bisa diambil sebulan lagi.

Jangan mengingkari janji, ya.
Saya masih setia menanti dan mencarimu.
Hatiku gembira karena kita
akan segera bertemu di minggu pagi,
pada hari paling sedih dalam seminggu
(karena waktu berleha akan segera lewat).
Kutunggu kamu di sisa halaman
yang semestinya memuat
iklan obat kuat dan jasa pijat.

(2009)