Thursday, January 24, 2008

DI KOTA MAWAR BERCAHAYA

Di sana, di sana,
Di Kota Mawar yang bersimbah Cahaya
Kekasihku diam bersemayam
Di peluk bumi yang harum mewangi

Sejak zaman purbawi dahulu
Langit selalu membanggakan dirinya
Disebabkan matahari dan rembulannya
Disebabkan sinar bintang-bintangnya

Tetapi sejak tubuh kekasihku
Dibaringkan rebah di peraduannya
Bumi yang rendah tak lagi pernah merasa malu
Karena di relungnya telah terkandung insan termulia

Bertebaran rebahlah bulan bintang dan mentari
Tersungkur tunduklah langit yang menjulang perkasa
Karena di Kota Mawar yang bersinar gemerlapan
Terbujur tidur Kekasih Segala Ciptaan

2008

No comments:

SAJAK JALAN PAGI BERSAMA

  Pagi seputih seragam baru dan sesegar rambut basah para bocah ketika kita berjalan menyusur tembok yang mengendapkan waktu di perkampu...