Thursday, January 24, 2008

ANGIN LALU

Angin yang lalu
Meluruhkan daun-daun
Dalam alun yang dingin

Bertaburan, bertebaran
Kurban yang ditinggalkan
Ketika melaju ia ke selatan

Tak berhenti ia
Bahkan meski sekedar menoleh
Tiada tertahankan

Tiang lampu di kelok jalan
Yang kuning dan pucat
Berdebaran menyaksikan

Terbayang derita
Betapa telanjang dan sendirian
Batang pohon tua itu

No comments:

SAJAK JALAN PAGI BERSAMA

  Pagi seputih seragam baru dan sesegar rambut basah para bocah ketika kita berjalan menyusur tembok yang mengendapkan waktu di perkampu...