Wednesday, August 03, 2011

HAIKU-HAIKU SOLO, DARI 9 TAHUN MEMORI

*
[Preskripsi: Sekitar tahun 2002 lalu, dari Bandung saya ke Solo dengan kereta untuk memenuhi undangan seorang teman. Karena teman itu wanita, dan hari telah terlalu larut ketika saya turun di Stasiun Balapan, Solo, saya memutuskan menunggu pagi berbaring di kursi tunggu penumpang di peron. Berbantalkan ransel bertudungkan langit malam. Di arah ujung kaki, seorang nenek tua penjual kacang kulit nampak terkantuk-kantuk menunggui jajaannya. Di udara yang basah, mengalun indah gending-gending jawa dari radio transistor. Malam yang mengesankan sembilan tahun lalu, yang kesan visualnya masih membayang-bayang terus. Baru sore ini, 3 Agustus 2011, bisa mewadag kembali, anehnya, dalam bentuk haiku.]

::
Gigir lampu sentir,
Serak getar tembang tua,
di Stasiun Balapan; melingsir malam
*
Jingga cahaya lampu;
Hanya kacang kulit ikut merasa
Keriput sepi simbah penjaja
*
Berapa lama lagi fajar?
Terkapar di kursi tunggu, bingung
Menafsir dengung nyamuk jawa
*
Lebar lengang jalanan pagi
Dari teras losmen
Sembab senyum putri ayu
*
Balairung megah
Meski sepi, luas halamannya
Bersih disapu
*
Sayur bayam, tempe bacem
Mengiring tengkleng daging—di dinding
Meneleng Srikandi, rikuh kutilik
*
Mencari pujangga
Bersurjan blangkon—takzim ngapurancang
Manekin etalase
::
Hg::
::

6 comments:

Anonymous said...

Pak Hendra, pakabar?
Saya jadi ingat waktu tahun 2005 tour de java, refreshing dari kerjaan dan selepas kuliah hampir 5 tahun. Merasakan naik kereta api untuk pertama kalinya, hehe.
Makasih ya pak, sudah jadi pembimbing skripsi yang sangat enak diajak diskusi. Saya zaki.

Anonymous said...

was hoping to read more stories from this title...as it should be :)

Keluargaku said...

Kutunggu kedatanganmu di Solo, HGST .... banyak kata dan canda yang mesti kita re-fresh kembali .........

hendragunawan said...

@Zaki: Hai, kabar baik di sini. Memang sensasi yg lain nai kereta senja itu. Diskusi enak kalau pembimbing terbuka dan mahasisa cerdas, kan. Ok, wherever you are, whatever you do, may the Lord bless you!

@anonymousnaousman: want more stories? pls send your credit card number or postpaid acc :D

@keluargaku (prof didiek): thanks brow, mudah2an diberi sehat, sempat dan rezeki

Anonymous said...

neng stasiun balapan,kutho solo sing dadi kenangan..

hendragunawan said...

halo, mas kempot )