Wednesday, June 10, 2015

SALAWAT LALAT KECIL


{Sulus Pertama}

Barisan panjang para pengidung
Telah menyanyikan puja dan sanjung
Terbelah dada mereka sebab dirundung
Dendam rindu tak terbendung

Di belakang bagal iringan terakhir
Yang mengibaskan ekor bagai mengusir
Lalat kecil ini ingin turut bersyair
Walau sumbang di telinga, sumbing di pikir.

Meski muskillah kalau ia bersenandung merdu
Hanya dengan dengungan kepak sayapnya ia mampu
Walau terhalau dari menghinggapi jubahmu, mencicipi porimu
Bahkan untuk sekedar menghidu wangi mawar peluhmu

Tetapi siapa kuasa menahan kata
Bila sengat kenangan mengaburi mata
Oh, sepiala anggur kasih suguhan Pencipta
Harum manisnya betapa sangat menggoda.

{Sulus Kedua}

Samar senyummu, fajar pertama itu
Menyingkap halus paras hari baru
Sedangkan kilas sorot gusarmu
Kilat mengalamatkan hujan ditunggu

Parasmu serupa matahari pukul delapan
Terang hangat namun tak menghanguskan
Sekaligus surya selepas asar yang mengumpulkan
Ruap seduhan kopi, akrab teduh perbincangan

Sosokmu bercahaya menundukkan purnama
Meredupkan unggun api dan bintang utara
Tetapi kilaunya sungguh tak mencederai mata
Lembut membelai retina, menembus batin jiwa

Adapun sabdamu pusaran sinar di puncak ubun
Memusnahkan bayang yang membuntut tekun
Padanya: keindahan-kebenaran berpeluk rukun
Terpahat di ingatan, awet melewati beribuan tahun

{Sulus Ketiga}

Selama alam berkerjapan lenyap-tercipta
Selama detik demi detik berdetak fana
Selama jantung atom berdenyut juga
Selama huruf terakhir belum tereja

Sebanyak noktah dari titik penyusun isi Kitab Agung
Sebanyak tahu yang diliputi tahunya Pengetahuan Agung
Sebanyak balatentara dikendali sang Panglima Mahagung
Sebanyak nikmat karunia Pengasih Paling Agung

Selama dan sebanyak itu semua
Digandakan selama dan sebanyak itu juga
Salawat dan salam deraslah melanda
Berkat dan rahmat tercurahlah pula

Atasmu, Sahabat Mulia yang Setia-Terkasih
Atasmu, Junjungan Penuh Perihatin dan Kasih
Atasmu, Pemilik Ruh Kudus dan Jasad yang Bersih
Atasmu, Mutiara Tersimpan Rapih lagi Terpilih

{Katamah}

Jikapun tersisih dari rombongan di bawah Panji berkibar
Terusir jauh dari telaga bening dengan cawan emas bertebar
Mohon berjanji Tuan menengok tolong di kobaran api terdasar
Raihlah ia, seonggok gosong memutih, dengan syafaat lebih besar.

(Tamam, 24 Syakban 1436 H)