Saturday, April 11, 2015

DUA SAJAK


HIMNE PENGHINA

bahkan al-Khaliq sang pemilik mahamampu
tak menzalimi walaupun hanya sebutir debu
segala yang nyata ia tata sepenuh kasih teliti
apakah kamu, jiwa kerdil berlagak tirani

banyak yang dirampok hartanya, bahkan haknya
banyak yang dirampok harapnya, bahkan hidupnya
dan kamu masih tertawa, berlagak di atas pentas
berdasi berseragam, wa, tak bercelana yang pantas

tahta kamu rebut, tuk selamatkan perut cicit
harta kamu raup, tak sumpal moncong mencicit
ahya! kekuasaan dan kekayaan yang kau abdi
selapis serbuk tahi kering dilindas sendal kanan kiri

segala yang kau rampas, justru merampok jiwamu
sekalian yang kau tumpas, justru menabung sekaratmu
kini mengangkang hina, esok pasti tersungkur mati
mahluk renik yang tak layak ditakuti, palagi dikagumi


RAHASIA MIRAH SIAM

(Tak kutahu persis apa batunya
Namun anggaplah mirah semu
Tak kuhirau juga berapa harganya
Bertahun lampau, diberi ayahku)

Sebentuk cincin memeluk di jari
Bermata mirah siam berikat perak
Mirah siam batu dimatangkan matari
Disangga kembang empat kelopak


Butir merah padam bagai tetes darah
Bagai hati menggantung di balik rusuk
Warnanya berganti ungu jambon merah
Seperti berkisarnya rasa merasuk-rasuk


Selayaknya batu ia padat mengkristal
Dibekukan waktu, diupam sang pande
Padanya pandangmu tembus ke kekal
Tanah tanpa umpama, tak berandai


Sementara di paras bening berkilau
Segala rupa yang melintas terbayang
Karenanya itu harus selalu dihirau
Ke arah mana hati ini memandang


Adapun empat kelopak dari bunga
lelapis halus membungkus hati
sodar, kalbu, fuwad, lubub namanya
tempatnya islam, iman, ingat dan nurani


ataupun ia alam yang empat itu
yang gaib dan nyata, zahir batinnya
maka tugas insan yang tahu
menyibak tirai jadi penyaksinya


walaupun empat sulur erat membelitnya
sehingga empat sayapmu sulit mengepak
itulah setan jin-manusia, dan dunia benda
serta syahwat-hawa, dan nafsi nan tegak


(sebentuk cincin batu bergaya silam
mengetukkan ajaran ke benak saya
namun setiap menatapnya dalam
inginku dapati jejak mata ayah)