.....yang hadir mengisi di antara dua kesunyian--kelahiran dan kematian..... (An Indonesian poems corner ; the poet : Hendragunawan)
Friday, July 18, 2025
Sunday, June 25, 2023
SAJAK JALAN PAGI BERSAMA
Pagi seputih seragam baru
dan sesegar rambut basah para bocah
ketika kita berjalan menyusur
tembok yang mengendapkan waktu
di perkampungan jogja itu
dan di pagi seindah itu
ketika kau dan aku beriang hati
terdengar lirih suara simbah
berpuja alkamdulillaah
dengan nada paling rela
yang pernah kudengar
entah dari balik dinding yang mana
entah kepada siapa
maka kugenggam erat tanganmu
dan melangkah lebih lambat
mensyukuri sekeping hari
ketika kita bahagia.
Thursday, June 09, 2022
AH
ah, sebatang anak panahmu menembus
dan pandang mataku jadi berkabut
ah, sebatang anak panahmu menembus
dan rambut di pelipis gugur menipis
ah, sebatang anak panahmu menembus
dan gigi ini bergoyang nyeri lalu lepas
ah, sebatang anak panahmu menembus
selera demi selera, lewat dari hasrat
ah, sebatang anak panahmu menembus
sendi pun berderak bagai dermaga lapuk
ah, sebatang anak panahmu menembus
kabar dan kisah, berderai dari ingatan
ah, sebatang anak panahmu menembus
nafas demi nafas terengah, putus terhempas
ah, sebatang anak panahmu menembus
bukan tuk menderaku dalam parah cedera
ah, batang demi batang yang menembus
penyangga rebah punggung yang ditekuk waktu
ah!
Kenangan Baik, Harapan Baik
Pernah, matahari terhenti dan tertegun
ketika berkah dari arasi dikucurkan
dan helai-helai hujan berjatuhan
mengusap wajah bumi
ketika yang dua dan berjauhan
didekatkan dan menyatu
kau untukku telah dihalalkan
dan aku, bagimu
sejak itu nasib kita berjalin-pilin
merambati tiang langit yang terang
menembus awan, eter, dan terus
menguak debu kosmik, kabut gemintang
dalam selubung sayapmu
dan kokoh rengkuhanku, kita menjulang
memburu puncak, ingin menyentuh
ujung jubah yang menjuntai dari alas tahta
jika mimpi dunia ini usai
biarlah kita lanjut menari
bagai sepasang kupu-kupu
mengepung sekuntum mawar cahaya.
Tuesday, December 28, 2021
Poster (2)
Pemesanan buku Teori Kritis Mazhab Frankfurt:
Wednesday, December 22, 2021
Sunday, December 19, 2021
Buku Terbaru
Penulis: Hendragunawan S. Thayf
Editor: Dr Supartiningsih (Fakultas Filsafat UGM)
Penerbit: Pustaka Pelajar
Kategori: Sosial-politik
Cetakan: Desember 2021
Jumlah halaman: vii+160
Dapatkan di toko buku terdekat di kota anda, atau langsung menghubungi jalur kontak di bawah ini:
Friday, September 17, 2021
HAIKU-HAIKU DARI INTENSIVE CARE UNIT
1.
Daun kering
dilirik dan dibolakbalikkan
angin kemarau
2.
Bayi pertama istriku:
suaminya
3.
dari binar dan sembab
bola mata yang menyayangi
kuintip hari setiap pagi
4.
gemuruh air terjun
menyeruak: oksigen dimasak
untuk nafasku
5.
sebongkah batu
di mulut gua berair terjun:
kepalaku itu
6.
derak brankar didorong
membekukan malam
7.
ingin ke tanah seberang
istri keras menuntutku
jalan pulang bersama
Monday, April 05, 2021
REFLEKSI ASMAUL HUSNA AL-WASI
Perjalanan menuju hadirat yang tak terbatas
betapakah mengenal istirahat dan tuntas;
Namun jika dia yang dituju memang al-wasi
bagaimana bisa kumerasa di luar wilayah suci!
Oh, diri yang kerdil; oh, mata yang buta;
tiada terpikir menyukuri rangkulan yang setia.
Adakah pejalan telah sampai di tujuan
bahkan sebelum sempat dilambaikan tangan?
BERNAFAS DALAM MUSIM WABAH
bismillah kala menarik nafas
alhamdulillah saat melepas
di musim wabah begini
baru dihayati betapa berarti
sehelai hawa lembut
berlalu antara hidung mulut
Sunday, January 24, 2021
Banjir Makassar 2019
(Haiku ini telah diterbitkan sebagiannya selama tahun 2020 lalu. Berhubung tahun itu tahun pemilihan kepala daerah, demi menghindari haiku ini digunakan orang jahat untuk mendiskredit saingan dalam pemilu maka belum semua haiku diterbitkan. Kini diterbitkaan lengkap sebagai pengingat agar jangan sampai terulang lagi.)
2019 tahunnya
Makassar kembali
Dibilas banjir
(0769/2019)
*
Berpuluh tewas
Tak usahlah diusut
Jangan digugat
(0768/2019)
*
Hutan tercukur
Ulah mantan serdadu
Bermain kayu
(0767/2019)
*
Lembah jeneberang
Sodagar mencincang batu
Mengisap pasir
(0766/2019)
*
Kota dunia
Pupus pupurnya, dilumur
Lumpur parasnya
(0765/2019)
*
Pinggiran kota
Pengembang membajak sawah
Menabur beling beton
(0764/2019)
*
Belakang tembok
Jelata digusur tak bertanah
Panen air mata
(0763/2019)
*
Pantai losari
Kapal kompeni buang jangkar
Membantai pantai
(0762/2019)
*
Laut kita
Jadi kolam balita
Diobok-obok
(0761/2019)
*
Tanah lapang
Berpalang, cakrawala terhalang
Di kota dunia-mu
(0760/2019)
*
Jalan-jalan
Diluberi mobil jepang
Terbirit pejalan
(0759/2019)
*
Halte tempelan
bus berjalur macet
jadwalnya ngaret
(0758/2019)
*
Sampah bertebar
Gendang dua kabur
Tanpa kabar
(0757/2019)
*
Big data: para bro
Menonton kemiskinan
Dari menara kontrol
(0756/2019)
*
Aliran modal
Dajjal tertawa, ditangannya
Surga menyala
(0755/2019)
*
Aliran modal
Datangnya membawa banjir
Perginya paceklik
(0754/2019)
*
Masyarakat tercacah
Dan lingkungan terjajah
Impian pemodal
(0753/2019)
*
O pembangunan
Hanya berarti perubahan
Bukan kemajuan
(0752/2019)
*
O kemajuan
Membawamu melaju
Ke jurang binasa
(0751/2019)
*
Kemajuan sejati
Kehidupan berkeadilan
Di alam lestari
(0750/2019)
*
Jika ke alam kau takzim
terhadap sesama tak lalim
niscaya aman mukim
(0749/2020)
*
iklim berubah
meski limbung, tak tumbang
bila adil-lestari
(0748/2020)
*
2019 tahunnya
Kaki selebes terendam
Hati pun redam
(0747/2019)
*
Materi promosi
DURIAN PROFESSOR ingin mudah Menikmati durian bermutu global? Dagingnya tebal, kering dan cerah Manis dan harum tak kalah Ingin durian Sian...
-
ODE KEPADA POHON FLAMBOYAN Pohon flamboyan di tepi sungai coklat di bawah jembatan itu tak henti-hentinya kupuja. Ketika musim hujan deras ...
-
DURIAN PROFESSOR ingin mudah Menikmati durian bermutu global? Dagingnya tebal, kering dan cerah Manis dan harum tak kalah Ingin durian Sian...