Sunday, July 24, 2016

KASIH IBU

Ketika seorang pemuda
Datang bertanya kepada Baginda Nabi,
Ia dijawab: Berbaktilah bagi
Ibumu. Bagi ibumu. Ibumu, lalu, ayahanda.

Benarlah, sembilan bulan lamanya,
Aku adalah buah kesayangan ibuku.
Bergelung di garbanya tentram bagai mutiara
Bercahaya dikulum kelembutan cangkang kukuh.

Dan jika ayahku adalah tangan yang mencari
Maka ibu tangan yang menyajikan.
Bahkan, kupikir ayahku sekadar membantu
Agar ibu dapat menghidangkan sesuatu di mejanya.

Hingga ketika ayah sudah dipensiunkan
Ia seperti agak canggung karena kehilangan.
Tetapi peran ibu tak kunjung usai: mengusap lukaku,
Membelai sakitku, membekali ziarahku.

Maka tak mengherankan, aku haru tertegun
Tika suatu pagi, sembari mematut diri, ibuku berkata:
“Semalam datang ayahmu almarhum
Menyemburkan parfum ke tubuhku harum.

Carilah untukmu seseorang segera;
Ia merawatmu, engkau menjaganya.”
Ah, telah kulangkahi tiga benua
Tiada seluas tapak kasih Bunda.

No comments: